|
Mengingat globalisasi selalu berwatak ambivalen, kritik terhadap corak globalisasi yang kini berlangsung merupakan tuntutan yang tak bisa ditawar. Kritik-kritik itu diperlukan tidak dalam rangka "pro" atau "anti" (karena kedua posisi itu sama-sama mematik
|
 |
![]() |
 |
Pada akhirnya, neo-liberalisme bukan sekedar permainan istilah, dan bukan pula soal statistik ekonomi, melainkan suatu bangunan ideologi tentang manusia dan pengaturan masyarakat.
|
|
Profil
B. Herry-Priyono, PhD (LSE, UK) adalah seorang peneliti
lepas. Dia adalah Dosen di Sekolah Tinggi Filsafat
"Driyarkara" di Jakarta dan juga mantan wakil
direktur Institut Sosial Jakarta (ISJ). Dia juga
menjadi dosen tamu di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
dan secara informal mengajar di beberapa kelas di berbagai
institusi pendidikan tinggi di Indonesia.
Dia memusatkan penelitiannya pada relasi bisnis-dan-pemerintah
dan merintis lahirnya beberapa kelompok diskusi dengan
minat pada tata ekonomi global dan implikasi-implikasinya.
Dia menulis banyak artikel untuk surat kabar, majalah
dan jurnal.
|