| Bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan sama, merdeka
dan bebas berserikat menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya.
Bahwa sesungguhnya negara adalah legitimasi etis penggunaan kekuasaan
untuk melindungi kualitas kehidupan bersama, menjamin hak-hak
warga negaranya dan bukan memasung kemerdekaannya.
Demi kelangsungan hidup bersama, kepemilikan pribadi tunduk di
bawah hak penggunaan bersama.
Bahwa sesungguhnya Keadilan dan perdamaian adalah dambaan setiap
insan dan hukum adalah sarana untuk mencapai keduanya
Bahwa sesungguhnya demokrasi adalah keterlibatan masyarakat yang
adil dalam pengambilan keputusan-keputusan yang menyangkut hidup
mereka sendiri di segala tingkat. Demokrasi berarti melawan kecenderungan
monopoli kaum politisi, pejabat dan teknokrat untuk memastikan
yang terbaik bagi masyarakat. Demokrasi adalah syarat mutlak agar
dinamika yang ada dalam masyarakat dapat diterapkan untuk pembangunan.
Singkatnya, demokrasi adalah kekuasan pemerintahan dari rakyat
oleh rakyat dan untuk rakyat.
Bahwa sesungguhnya kekuatan-kekuatan yang berakar di dalam masyarakat
sipil menentukan mati hidupnya demokrasi
Bahwa sesungguhnya di seluruh dunia musuh demokrasi adalah siapapun
yang takut bahwa pengakuan terhadap aturan-aturan demokrasi akan
menghambat kepentingan politik dan sosial mereka, juga siapapun
yang khawatir ; bahwa sistem yang demokratis akan menuntut pertanggungjawaban
dan menimbulkan berbagai kerugian terhadap kepentingan mereka.
Dan bahwa sesungguhnya setiap usaha yang menyalahgunakan dan
anti demokrasi, adalah usaha melawan hak asasi manusia.
|
 |
Maka dengan ini,
Kita rakyat Indonesia – petani, nelayan, kaum muda, buruh,
perempuan, penyandang cacat, masyarakat adat, seniman, guru, pengusaha
kecil, kaum miskin kota, rakyat di pedesaan yang tak memiliki
pekerjaan, prajurit dan veteran, pegawai negeri dan swasta, para
relawan dan semua orang yang masih memiliki impian dan pengharapan
serta merasakan sakitnya dilupakan — yang selama ini secara
sadar ataupun tidak dipinggirkan, dikalahkan, diperas, ditindas,
dicatut namanya, dirugikan, diadu dalam konflik dan ditinggalkan
dalam proses pembangunan yang ternyata juga dilaksanakan secara
tidak adil, menyatakan kemerdekaan, bertekad mengelola dengan
penuh cinta, bumi dan tanah air Indonesia.
Kita menyatakan bahwa kami bertekad dan akan menata mutu kehidupan
seseuai dengan cita-cita kami ; Sebuah hidup yang secara struktural
bebas dari kemunafikan dan seluruh kebusukan – pemaksaan,
penindasan, tekanan, eksploitasi, konflik ekonomi dan politik
yang direkayasa. Merdeka menata masa depan yang lebih baik –
lingkungan yang subur dan lestari, pembangunan produktif yang
adil, partisipasi politik yang lebih terbuka, pendidikan berkualitas
yang murah dan terjangkau, kesehatan bagi semua orang, kesetaraan
peran dan relasi sosial perempuan dan laki-laki, fasilitas umum
yang lebih baik.
Kita tak berpartai karena undang-undang sengaja disusun dan direkayasa
sehingga tidak memungkinkan membuat partai yang menyuarakan kebenaran.
Kita masih hidup dan masih bersuara di tengah situasi busuk ini
– puluhan orang mati setiap hari karena konflik, jutaan
hektar hutan musnah setiap tahun karena keserakahan penguasa dan
pengusaha, puluhan juta orang menganggur dan ribuan trilyun rupiah
beban hutang serta berbagai kebusukan lainnya. Dalam sejarah Indonesia,
siapa menebar angin akan menuai badai, demikian pula siapa yang
menanam kebusukan, sudah sepantasnya menanggung akibatnya –
secara politik, ekonomi, dan hukum.Indonesia adalah negara berlimpah
air, bermandikan sinar matahari, berkecukupan sumber daya alam
dan mineral dan dikaruniai tanah yang subur, dan tidak sepantasnya
rakyat hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan.
Kita mempunyai impian akan terciptanya Indonesia Baru ; yaitu
negara adil makmur berkedaulatan rakyat berdasarkan Pancasila,
Ideologi yang digali dari Bangsa Indonesia sendiri oleh para Bapak
Bangsa Pendiri negeri ini, yang ditandai peningkatan kualitas
kehidupan, serta tata masyarakat yang menjunjung tinggi keragaman
pilihan politik, ekonomi dan sosial, penegakan hak azasi manusia,
keadilan, kesetaraan dalam persaudaraan serta memiliki komitmen
tinggi untuk pelestarian lingkungan hidup.
Setiap orang akan berjuang meraih cita-cita dan impian itu dengan
membangun kembali Indonesia baru yang demokratis, menyelenggarakan
pemerintahan yang adil, bersih dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme
serta mampu memberantas kemiskinan dan kebodohan, menempatkan
Indonesia dalam posisi terhormat di berbagai forum internasional.
Di dalamnya terdapat peran serta aktif dalam proses globalisasi,
yang berpihak pada kesejahteraan manusia yang hidup bersama dengan
segenap ciptaan yang lain.
|
 |
| Secara mendasar, perjuangan kami :
dalam bidang ekonomi – kemandirian ekonomi terbuka, negara
yang menjamin kualitas hidup layak masyarakat melalui penerapan
sistem ekonomi pasar berwatak sosial dan berorientasi kerakyatan,
bidang ekologi – pemulihan dan penjagaan lingkungan hidup
yang lestari dan berkelanjutan, bidang sosial budaya – meningkatkan
modal sosial berupa kesalingpercayaan di antara anggota/kelompok
masyarakat, bidang hukum – mewujudkan supremasi hukum dengan
tidak adanya diskriminasi dan pengecualian bagi mereka yang bersalah,
bidang politik – pencapaian masyarakat yang demokratis yang
dicerminkan antara lain dengan tiada laginya pencitraan negatif
individual, geografis dan rasial, serta bidang hankam –
menjamin keamanan dan pertahanan Negara, Bangsa dan Tanah Air
Indonesia.
Seluruh perjuangan ini dilakukan secara terpadu agar membuahkan
keutuhan sehingga tiap manusia menghormati keberadaan manusia
lain, punya rasa memiliki, bertanggungjawab dan nyaman hidup di
Indonesia.
Kita sadar bahwa terdapat tantangan konkrit yang menghadang langkah
perjuangan – hegemoni dunia oleh negara adidaya, neoliberalisme,
individualisme, konsumerisme, komunalisme dan prasangka buruk
karena stigma sejarah dan kapitalisme global yang mengakibatkan
terasingnya manusia dengan habitatnya, termasuk didalamnya tersingkirkannya
keberadaan masyarakat adat dari buminya.
Menghadapi tantangan tersebut, harus dipilih cara dan jalan perjuangan
supaya yang kuat membantu pihak yang lemah. Gerakan perjuangan
ini dimulai dari penguatan masyarakat sipil yang selaras dengan
tujuan untuk menjalankan roda pemerintahan, pendekatan terhadap
peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan hidup
sebagai sebuah bangsa secara mandiri. Untuk itu diperlukan adanya
parlemen yang kredibel, pemerintahan yang bijak, dan negara dibawah
Kepemimpinan Nasional yang memiliki cita-pandang (visi) yang teruji,
kaya akan inspirasi yang tertempa pengalaman dan sejarah serta
berkemampuan; memelihara, menggerakkan serta mengelola momentum
yang dimiliki, di zona politik, sosial maupun ekonomi baik pada
tingkat Nasional maupun Internasional.
Keberhasilan kemerdekaan ini harus dicapai melalui pembentukan
jaringan komunikasi, pembangunan yang memperhitungkan faktor geopolitik,
peningkatan mutu kehidupan umum, pembebasan dari citra negatif
SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan), terpeliharanya ekologi,
terwujudnya pendidikan murah bagi semua orang untuk mencerdaskan
kehidupan bangsa, adanya jaminan kesehatan umum, terbukanya lapangan
kerja, kesempatan untuk usaha-usaha ekonomi skala kecil dan menengah,
penghargaan dan pengakuan atas potensi lokal dan adat, serta kesadaran
kesetaraan peran dan relasi sosial laki-laki dan perempuan.
Bagi siapapun yang masih punya harapan akan masa depan Indonesia
baru, dan lebih baik, dan juga ingin mengalami anak-anak yang
dididik dengan benar, memiliki hutan yang kembali hijau, dan hidup
damai yang penuh harapan, bergabunglah dalam kerja keras perjuangan
ini. |
| |
|
 |



|
| |
MEMBANGUN
INDONESIA BARU, VISI 2025, MASYARAKAT MERDEKA
A. Jangka Pendek (Program 3-5 tahun)
B. Jangka Menegah (Program 10-12 tahun)
C. Jangka Panjang (Program 20-25 tahun)
PEMILIHAN PRESIDEN LANGSUNG
- Bahwa sesungguhnya manusia itu diciptakan sama, merdeka dan
bebas berserikat menentukan pilihan-pilihan dalam hidupnya. Bahwa
sesungguhnya negara adalah legitimasi etis penggunaan kekuasaan
untuk melindungi kualitas kehidupan bersama, menjamin hak-hak
warga negaranya dan bukan memasung kemerdekaannya.
VISI - MISI DAN TUJUAN - Negara
Adil Makmur berkedaulatan rakyat berdasarkan Ketuhanan Yang Maha
Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia dan
Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan
/ Perwakilan serta dengan mewujudkan suatu Keadilan Sosial bagi
seluruh Rakyat Indonesia
|
| |
|