Pernyataan Bersama Mengutuk Pembakaran Buku
 
Pada hari Rabu, 19 April 2001, sekelompok orang telah melakukan aksi pembakaran terhadap sejumlah buku yang mereka anggap "kiri dan komunis". Tidak hanya itu, mereka juga berencana akan melakukan aksi sweeping dan perusakan tempat-tempat yang mereka anggap menyimpan dan menjual buku-buku tersebut. Bahkan beberapa tempat dan toko buku yang mereka anggap menjual buku yang mereka maksud sudah dikontak dan diancam berkali-kali lewat telpon. 

Kami, yang bertanda tangan di bawah ini menyesalkan dan mengutuk tindakan-tindakan tersebut karena: 

1. Dalam demokrasi, pro dan anti terhadap apapun boleh-boleh saja, tapi jangan sampai membungkam lawan pendirian, apalagi membakar dan merusak buku yang merupakan karya intelektual seseorang . Kita harus menghargai hak orang lain untuk berbeda pendapat dengan kita. Kita tidak berhak menghalangi mereka untuk menyebarkan pendapat mereka, sebagaimana mereka juga tidak berhak menghalangi kita. Kalau tidak setuju dengan suatu buku, tulislah buku lain untuk membantahnya. 

2. Membakar dan merusak buku dengan dalih apapun merupakan tindakan yang lebih berbahaya dan lebih primitif ketimbang sensor atau pelarangan. Membakar buku merupakan tindakan kaum fasis yang tidak pernah toleran kepada pendapat lain. 

3. Membakar buku berarti menghabisi perbendaharaan sejarah dan peradaban bangsa dan manusia pada umumnya. 

Salam, 
Masyarakat Pecinta Buku 

Yang Menandatangani, 
Goenawan Mohamad
Syamsurizal Panggabean
Fikri Jufri
Ulil Abshar-Abdalla
Ayu Utami
Ahmad Sahal
Nono Anwar Makarim
Lutfi Syaukani
Trisno Sutanto
Nong Darol Mahmada
Bimo Nugroho
Henri Kuok
Anick HT
Aris Santoso
Tedjabayu
Coen Husein Pontoh
Togi Simanjutak
Saiful Mujani
Taufik Adnan Amal
Klentheng Hawani BWS
Aulia A Muhammad
Edi Santoso
Sopril Amir
Marco Kusumawijaya
Yanuar Nugroho

Lainnya:
"NEGARA, KEKUASAAN & DEMOKRASI"
GLOBALISASI – OTONOMI DAERAH : “TANTANGAN AFTA 2003 DAN PEMILU 2004”
4 tahun UNISOSDEM Jakarta Melintasi Sejarah
17 Agustus 1998 - 17 Agustus 2002
Format Baru Negara Indonesia Yang Demokratis
Moratorium of National Politics
Pernyataan Bersama Mengutuk Pembakaran Buku
Surat Kepada Wakil Presiden RI
Surat Kepada Presiden Dan Wakil Presiden RI
Surat Kepada Ketua MPR-RI
Hentikan Penjualan Aset-Aset Perkebunan Kelapa Sawit Melalui BPPN Kepada Malaysia
Menyikapi Potensi Disintegrasi Bangsa
Masih Adakah Harapan Bagi Kaum Miskin dari Pemerintah Megawati?
Moratorium Politik Nasional
   
 
Back To Top
 
 
 
Site Map
Pencarian
Pencarian Detail